Profil Organisasi

Pusat Unggulan Iptek Biodiversiti dan Biomedis Universitas Udayana adalah penggabungan peneliti dan aktivitas penelitian multidisiplin dari berbagai pusat kajian dan fakultas di Universitas Udayana, seperti Indonesian Biodiversity Research Center (IBRC), Lab Sumberdaya Genetika Pertanian, Lab Biopestisida, Pusat Kajian Primata, Fakultas MIPA, Kedokteran Hewan, Kedokteran, dan Fakultas Kelautan dan Perikanan. Visi PUI ini adalah  “PUI Biodiversiti dan Biomedis Universitas Udayana menjadi center of excellence untuk biodiversiti dan bioprospeksi bahan obat di Indonesia”. PUI ini didukung oleh 29 Doctor (S3) dan 11 Master (S2) dari berbagai bidang ilmu. Sebagian anggota PUI ini menjadi anggota himpunan masyarakat ilmiah internasional, telah diundang sebagai pembicara tamu atau kuliah tamu di berbagai konferensi dan universitas di dunia. Jumlah kunjungan lembaga internasional terkait rata-rata 15 orang per tahun sejak 2015. Sepuluh orang anggota juga menjadi mitra bestari (reviewer) jurnal internasional bereputasi. Lebih dari 900 buah jurnal ilmiah internasional bereputasi dapat diakses dari PUI ini. Anggota PUI juga telah menghasilkan proof of concept, prototype and policy brief dan Paten/HKI, dengan jumlah publikasi internasional bereputasi lebih dari 30 per tahun. Produk penelitian anggota ada yang sudah dipasarkan dan memberikan economic benefit maupun social benefit.

Aktivitas riset dimasa yang akan datang monitoring dan inventori biodiversity untuk menghasilkan informasi tentang konservasi sumber-daya alam, serta bioprospecting bahan obat alam untuk meringankan penderitaan umat manusia pada berbagai masalah kesehatan serta memberikan informasi kuat tentang nilai ekonomi dari biodiversity (Bioeconomy). Dengan demikian, upaya konservasi akan semakin digiatkan. Beberapa kandidat obat sudah diidentifikasi.

IBRC sebagai salah satu ujung tombak PUI yang diusulkan telah memiliki fasilitas riset di UNUD serta di lapangan yang dilengkapi laboratorium lapangan, fasilitas penginapan peneliti, dan ruang pertemuan, serta kerjasama pengelolaan hibah Tyler Foundation dengan PT. Bali Taman Sari (http://balitamansari.com/) berupa 12 kamar yang disewakan untuk wisatawan nasional dan internasional. Pendapatan dari fasilitas itu mengurangi ketergantungan donor sehingga kebutuhan riset dasar dapat dipenuhi. MoU dan PKS dengan PT Bali Taman Sari tersedia. Fasilitas tersebut dapat ditingkatkan menjadi cikal-bakal Kawasan Sains dan Teknologi (Science Technology Park).