Road Map

Research Road Map Biodiversiti dan Biomedis


1.    Riset biodiversiti dasar yang dilakukan terutama oleh IBRC Universitas Udayana sudah menghasilkan banyak data yang merupakan database biodiversiti, terutama laut, Indonesia. IBRC juga telah menjadi tempat pengujian genetika hewan untuk mendukung kinerja lembaga pemerintah seperti Kementrian Kelautan dan Perikanan, KSDA, dan berbagai LSM lingkungan di Indonesia. Database yang ada akan digunakan sebagai acuan dalam monitoring kualitas biodiversity di masa yang akan datang. Aktivitas IBRC sejak 2009 telah menghasilkan >20 makalah pada jurnal internasional bereputasi.
2.    Dalam riset biodiversity dasar, analisis genetic menghasilkan informasi genetic yang berpontensi sebagai obat. Mulai tahun 2018 sampai 2020, kandidat tersebut akan dikaji secara in-silico serta dicobakan sebagai senyawa sintetis secara invitro dan in-vivo pada hewan percobaan (uji pra-klinik). Toksisitas juga akan dikaji, sehingga akhir 2020, bahan dimaksud sudah terbukti pada hewan percobaan (lab proven concept)
3.    Tahun 2020-2025, partner industri sudah menandatangani MoU dan PKS untuk adopsi dan large scale production serta dana untuk uji klinis dapat diperoleh.
4.    SATU Dari empat kandidat obat diharapkan sudah dipasarkan setelah 2025.
5.    Catatan: skrining bahan alam yang lain juga akan dilakukan jika dana tersedia.
6.    Setelah 2025 PUI Biodiversiti dan Biomedis akan menjadi rujukan internasional monitoring dan inventori biodiversity Indonesia serta pembuktian potensi ekonomi biodiversity Indonesia (Bioekonomi)